Kapan Teknik Normalisasi digunakan dalam mengembangkan Database
Normalisasi adalah suatu pendekatan sistematis untuk meminimalkan redudansi (kerangkapan data) agar database dapat bekerja dengan optimal. Normalisasi juga digunakan dalam memecahkan masalah, untuk mencegah timbulnya masalah pada pengolahan data dan basis data. Tujuan dari normalisasi adalah untuk membuat desain logik tabel-tabel berada dalam bentuk normal. Normalisasi mempunyai 9 bentuk yaitu : 1NF, 2NF, 3NF, EKNF, BCNF, 4NF, 5NF, DKNF, dan 6NF.
Kapan Teknik Normalisasi digunakan dalam Mengembangkan Database ?
Teknik normalisasi dilakukan saat desain logik tabel-tabel berada dalam bentuk tidak normal. Normalisasi juga digunakan untuk menghindari terjadinya anomali data dan tidak konsistennya data. Lebih baik apabila dilakukan sebelum database mengalami penurunan kinerja, agar database dapat bekerja dengan optimal,dan memastikan data dalam database aman dan tidak terjadi kesalahan jika mendapat perintah SQL terutama DML seperti, update, insert dan delete.
Hal pertama yang harus dilakukan adalah melakukan normal tahap pertama (1NF).
(1) Normal tahap pertama (1NF) adalah jika dan hanya setiap atribut dari relasi hanya memiliki satu nilai tunggal dalam satu baris (record) atau dengan kata lain membuat baris berisi kolom jumlah yang sama dan setiap kolom hanya mengandung satu nilai.
tabel sebelumnya

tabel sesudahnya

(sumber: mrifki.com)
(2) Normal tahap kedua (2NF) relasi dapat memenuhi normalisasi tahap kedua jika sudah memenuhi normal tahap pertama dan setiap atribut yang bukan kunci (non key) bergantung secara fungsional terhadap kunci utama (Primary Key).

(sumber: mrifki.com)
(3) Normal tahap ketiga (3F) relasi dapat memenuhi normalisasi tahap ketiga jika sudah memenuhi normal tahap kedua dan setiap atribut bukan kunci (non key) tidak mempunyai transitive functional depedency terhadap kunci utama (Primary key).

(sumber: mrifki.com)
Kapan Teknik Normalisasi digunakan dalam Mengembangkan Database ?
Teknik normalisasi dilakukan saat desain logik tabel-tabel berada dalam bentuk tidak normal. Normalisasi juga digunakan untuk menghindari terjadinya anomali data dan tidak konsistennya data. Lebih baik apabila dilakukan sebelum database mengalami penurunan kinerja, agar database dapat bekerja dengan optimal,dan memastikan data dalam database aman dan tidak terjadi kesalahan jika mendapat perintah SQL terutama DML seperti, update, insert dan delete.
Hal pertama yang harus dilakukan adalah melakukan normal tahap pertama (1NF).
(1) Normal tahap pertama (1NF) adalah jika dan hanya setiap atribut dari relasi hanya memiliki satu nilai tunggal dalam satu baris (record) atau dengan kata lain membuat baris berisi kolom jumlah yang sama dan setiap kolom hanya mengandung satu nilai.
tabel sebelumnya
tabel sesudahnya
(sumber: mrifki.com)
(2) Normal tahap kedua (2NF) relasi dapat memenuhi normalisasi tahap kedua jika sudah memenuhi normal tahap pertama dan setiap atribut yang bukan kunci (non key) bergantung secara fungsional terhadap kunci utama (Primary Key).
(sumber: mrifki.com)
(3) Normal tahap ketiga (3F) relasi dapat memenuhi normalisasi tahap ketiga jika sudah memenuhi normal tahap kedua dan setiap atribut bukan kunci (non key) tidak mempunyai transitive functional depedency terhadap kunci utama (Primary key).
(sumber: mrifki.com)
Komentar
Posting Komentar